13 Fungsi Popular Romance Menurut Radway
Dalam Film Mimpi Sejuta Dolar
Film
Mipi Sejuta Dolar merupakan cerita yang terinspirasi dari kisah hidup seorang
wanita bernama Merry Riana. Di awali
pada tahun 1998, Jakarta, saat itu terjadi kerusuhan dimana serta penjarahan
dan intimidasi terhadap warga Tionghoa, . Merry yang merupakan keturunan
Tionghoa pun terpaksa harus pergi ke singapura. Ketika tiba di sana Merry pergi
mencari OM Hans yang merupakan teman ayahnya, namun ternyata Om Hans tidak lagi
tinggal di alamat yang diberikan ayah Merry.
Lalu Merry pun mencoba mencari temannya yang
tinggal di sana melalui social media dan dia berhasil menghubungi Irene. Merry
menceritakan perjalanannya mengapa dia bisa sampai ada di Singapura dan
untunglah Irene bersedia mengajak Merry untuk tinggal bersamanya. Namun,
ternyata tempat dimana Irene tinggal memiliki peraturan yang sangat ketat.
Hanya mahasiswa dari kampus tersebutlah yang boleh menempati asrama. Oleh
karena itu Merry pun harus mendaftar kuliah. Namun, setelah dinyatakan lulus
Merry harus membayar biaya kuliah sebesar 40.000 dolar. Merry yang tidak
memiliki apa-apa akhirnya memutuskan untuk mengambil pinjaman mahasiswa dari
kampus tersebut. Namun ada syarat jika dirinya ingin mengambil pinjaman
tersebut,yaitu dia harus memiliki penjamin yang minimal sudah menjadi mahasiswa
selama dua tahun di kampus tersebut.
Irene
membantu Merry menemukan penjamin, lalu dia mengenalkan Alva kepada Merry. Alva
bersedia membantu Merry tetapi Merry harus memiliki pekerjaan untuk bisa
melunasi hutang-hutangnya. Semua tempat-tempat usaha yang berada disekitar situ
dicoba Merry untuk mendapatkan penghasilan. Namun tak satupun dari mereka yang
mau menerima Merry bekerja di tempat-tempet itu. Merry yang tetap gigih
walaupun banyak menerima penolakan, akhirnya menemukan pekerjaan dengan gaji
yang sedikit. Karna kegigihan Merry pula yang akhirnya membuat Alva akhirnyaa
mau menolongnya untuk menjadi penjamin hutangnya.
Merry
tidak menyerah walaupun sudah jatuh bangun memperjuangkan kuliahnya. Hal
tersebut membuat Alva jatuh cinta kepadanya. Namun ternyata, Irene sahabat
Merry yang terlebih dulu mengenal Alva, juga menyukai Alva. suatu ketika, saat
Irene mengetahui Alva dan Merry berpelukan di Singapore Flyer. Membuat Irene
marah sampai-sampai mengusir Merry dari kamar tempat mereka tinggal.
Kisah
cinta Merry dan Alva sangat dramatis. Akhirnya menjadikan mereka sebagai
sepasang kekasih. Alva menyatakan perasaanya kepada Merry dengan memperlihatkan
sebuah buku berjudul s.h.m.i.l.y yang artinya ‘See How Much I love you’.
13
Fungsi Popular Romance Menurut Radway
1. Perpindahan
keadaan heroin dari yang sudah dikenal (kehilangan)
Di
awali pada tahun 1998 keluarga Merry Riana sebagai warga Tionghoa mengalami
intimidasi dari masyarakat pribumi, hal tersebut menyebabkan Merry Riana
terpaksa harus pindah ke Singapura.
2. Heroin
menduga hero tidak tertarik padanya
Poin
kedua dimana heroin menduga hero tidak tertarik padanya tidak ditemukan karena
heroin mulai memiliki perasaan setelah melewati poin tiga dan empat. Tapi poin ini
diisi oleh adegan dimana hero tidak menyukai kawan dari heroin yang menyukai
hero. Pada poin ini hero telah menyukai heroin namun tidak diberitahukan.
3. Hero
memberikan respon yang ambigu (tidak mengerti cara mengungkapkan perasaan)
Pada
poin ketiga hero memberikan respon berupa perhatian seperti memberikan minum,
membantu mencarikan pekerjaan, dan meminjamkan uang kepada heroin. Di poin
ketiga ini hero bukan tidak tau cara mengungkapkan perasaan tapi lebih kepada
memberikan perhatian dan pada poin selanjutnya hero akan punya cara sendiri
untuk mengungkapkan perasaannya.
4. Akhirnya
heroin mengetahui perasaan hero yang sesungguhnya
Merry
yang terdesak oleh kebutuhan hidup tergiur untuk mengikuti investasi yang pada
akhirnya malah membuat dirinya tertipu. Alva pun membantu Merry untuk
meringankan beban dengan memberikan pekerjaannya kepada Merry di Singapore
Flyer. Ketika Merry mencoba pertama kali bekerja di Singapore Flyer dengan
arahan Alva, Alva pun mengungkapkan perasaannya dengan menunjukan sebuah buku berjudul
S.H.M.I.L.Y dan mengungkapkan dengan berkata, “ see how much i love you” yang
merupakan kepanjangan dari judul buku yang diperlihatkannya kepada Merry.
5. Heroin
merespon dengan kemarahan (dingin)
Setelah
Alva mengungkapkan perasaannya kepada Merry, Merry pun merespon dengan menolak
dan berkata, “aku tidak bisa, pokoknya tidak bisa” lalu Merry pun berusaha
mengindar. Walaupun dalam perjalanan film setelahnya dimana terjadi konflik
antara Merry dan kawannya (Irene) perlahan persahaban Merry dan Alva mulai
membaik. Alva pun memberikan Merry pelajaran kepada Merry untuk mengikuti saham
online dan Merry pun sukses dalam saham online tersebut.
6. Hero
membalas itu dengan hukuman
Merry
yang terlalu sibuk dengan kegiatan barunya mengikuti saham online akhirnya
membuat Merry melupakan perasaan Alva. Alva pun kecewa dengan sikap Merry dan
meminta Merry untuk berhenti bermain saham, namun merry malah menolak dan
mengikuti saham yang lebih besar. Alva marah dan dia meninggalkan Merry.
7. Hukuman
itu mengakibatkan perpisahan
Setelah Alva meninggalkan Merry, perusahaan dimana
Merry berinvestasi mengalami kebangkrutan sehingga Merry pun kembali miskin dan
terlibat masalah dengan pihak berwajib di Singapura. Alva kemudian turut
membantu Merry untuk keluar secara bersyarat dari pihak berwajib. Merry merasa
bersalah dan meminta maaf kepada Alva. Alva memaafkan Merry namun dia tetap
menjauh.
8. Hero
memperlakukan heroin dengan penuh cinta (perpisahan akibat hukuman membuat
lebih sayang)
Merry
yang medapatkan pekerjaan baru mulai memperbaiki kehidupannya dan lebih
bersemangat lagi. Merry pun mendapatkan cincin yang diketahuinya merupakan
cincin yang tadinya ingin diberikan kepada Merry oleh Alva. Merry lalu
menyadari kesalahannya dan mulai mencari keberadaan Alva. Merry lalu bertemu Alva di Singapore Flyer
dan mengungkapkan perasaan yang sama dengan Alva selama ini.
9. Heroin
merespon hero dengan hangat
Dalam
poin ini terjadi pertukaran dimana yang merespon dengan hangat ialah hero
(Alva). Merry yang mengungkapkan perasaannya seperti yang telah dijelaskan pada
poin 8 di atas tadi direspon dengan hangat oleh Alva melalui pesan singkat yang
berbunyi, “see how much i love you”.
10.
Heroin menyadari bahwa
sikap dinginnya di masalalu karena sakit hati
Bersamaan
dengan poin 8 dimana Merry mengungkapkan perasaan maka saat itu juga dia
meminta maaf atas kucuekannya selama ini yang disebabkan karena
ketidakinginannya menyakiti teman dekatnya (Irene). Poin ini juga mengalami
sedikit penyimpangan dimana kedinginan seorang heroin bukan disebabkan
karena sakit hati seorang Merry
melainkan sakit hati Irene.
11.
Heroin harus belajar
mempercayai hero dan menguatkan hero
Poin
ini ditemukan pada adegan setelah Merry dan Alva turun dari Singapore Flyer dan
mereka berdua bertemu, saat itu Merry mengatakan bahwa dirinya hanya peduli
kepada Alva. Hal tersebut membuktikan bahwa Merry mulai mempercayai dan
menguatkan Alva.
“Aku
ga peduli cicin ini punya siapa dan untuk siapa, aku cuman peduli sama kamu.”
12.
Hero merespon secara
seksual dan emosional pada heroin
Setelah
mereka berdua bertemu Alva menanyakan tentang Merry yang tiba-tiba menyadari
kesalahan. Merry hanya menunjukkan cincin pemberian Alva dan Alva pun
meresponnya dengan bahagia. Keduanya mengekspresikan dengan pelukan.
13.
Heroin sadar perlindungan
seorang ayah, kasih sayang ibu, dan cinta lawan jenis akan diperoleh dari hero
Poin
terakhir ini juga erat kaitannya dengan poin 8, dimana Merry mengungkapkan
perasaan kepada Alva. Di awal telponnya Merry mengungkapkan bahwa dia butuh
Alva untuk menjadi bagian hidupnya yang dapat dilihat pada adegan berikut.
“va, aku butuh
kamu va. Hitungan aku gak pernah pas kalau ga ada kamu. Aku sekarang ngerti
ucapan kamu. Uang memang penting, sangat penting, tapi uang bukan segalanya.
Aku bisa menjadi orang paling kaya di dunia ini tapi tetap ga ada artinya kalau
ga ada orang yang selalu menyayangi aku, dan orang itu adalah kamu va.”
13 Fungsi Popular Romance Menurut Radway
1. Perpindahan
keadaan heroin dari yang sudah dikenal (kehilangan)
Di
awali pada tahun 1998 keluarga Merry Riana sebagai warga Tionghoa mengalami
intimidasi dari masyarakat pribumi, hal tersebut menyebabkan Merry Riana
terpaksa harus pindah ke Singapura.
2. Heroin
menduga hero tidak tertarik padanya
Poin
kedua dimana heroin menduga hero tidak tertarik padanya tidak ditemukan karena
heroin mulai memiliki perasaan setelah melewati poin tiga dan empat. Tapi poin ini
diisi oleh adegan dimana hero tidak menyukai kawan dari heroin yang menyukai
hero. Pada poin ini hero telah menyukai heroin namun tidak diberitahukan.
3. Hero
memberikan respon yang ambigu (tidak mengerti cara mengungkapkan perasaan)
Pada
poin ketiga hero memberikan respon berupa perhatian seperti memberikan minum,
membantu mencarikan pekerjaan, dan meminjamkan uang kepada heroin. Di poin
ketiga ini hero bukan tidak tau cara mengungkapkan perasaan tapi lebih kepada
memberikan perhatian dan pada poin selanjutnya hero akan punya cara sendiri
untuk mengungkapkan perasaannya.
4. Akhirnya
heroin mengetahui perasaan hero yang sesungguhnya
Merry
yang terdesak oleh kebutuhan hidup tergiur untuk mengikuti investasi yang pada
akhirnya malah membuat dirinya tertipu. Alva pun membantu Merry untuk
meringankan beban dengan memberikan pekerjaannya kepada Merry di Singapore
Flyer. Ketika Merry mencoba pertama kali bekerja di Singapore Flyer dengan
arahan Alva, Alva pun mengungkapkan perasaannya dengan menunjukan sebuah buku berjudul
S.H.M.I.L.Y dan mengungkapkan dengan berkata, “ see how much i love you” yang
merupakan kepanjangan dari judul buku yang diperlihatkannya kepada Merry.
5. Heroin
merespon dengan kemarahan (dingin)
Setelah
Alva mengungkapkan perasaannya kepada Merry, Merry pun merespon dengan menolak
dan berkata, “aku tidak bisa, pokoknya tidak bisa” lalu Merry pun berusaha
mengindar. Walaupun dalam perjalanan film setelahnya dimana terjadi konflik
antara Merry dan kawannya (Irene) perlahan persahaban Merry dan Alva mulai
membaik. Alva pun memberikan Merry pelajaran kepada Merry untuk mengikuti saham
online dan Merry pun sukses dalam saham online tersebut.
6. Hero
membalas itu dengan hukuman
Merry
yang terlalu sibuk dengan kegiatan barunya mengikuti saham online akhirnya
membuat Merry melupakan perasaan Alva. Alva pun kecewa dengan sikap Merry dan
meminta Merry untuk berhenti bermain saham, namun merry malah menolak dan
mengikuti saham yang lebih besar. Alva marah dan dia meninggalkan Merry.
7. Hukuman
itu mengakibatkan perpisahan
Setelah Alva meninggalkan Merry, perusahaan dimana
Merry berinvestasi mengalami kebangkrutan sehingga Merry pun kembali miskin dan
terlibat masalah dengan pihak berwajib di Singapura. Alva kemudian turut
membantu Merry untuk keluar secara bersyarat dari pihak berwajib. Merry merasa
bersalah dan meminta maaf kepada Alva. Alva memaafkan Merry namun dia tetap
menjauh.
8. Hero
memperlakukan heroin dengan penuh cinta (perpisahan akibat hukuman membuat
lebih sayang)
Merry
yang medapatkan pekerjaan baru mulai memperbaiki kehidupannya dan lebih
bersemangat lagi. Merry pun mendapatkan cincin yang diketahuinya merupakan
cincin yang tadinya ingin diberikan kepada Merry oleh Alva. Merry lalu
menyadari kesalahannya dan mulai mencari keberadaan Alva. Merry lalu bertemu Alva di Singapore Flyer
dan mengungkapkan perasaan yang sama dengan Alva selama ini.
9. Heroin
merespon hero dengan hangat
Dalam
poin ini terjadi pertukaran dimana yang merespon dengan hangat ialah hero
(Alva). Merry yang mengungkapkan perasaannya seperti yang telah dijelaskan pada
poin 8 di atas tadi direspon dengan hangat oleh Alva melalui pesan singkat yang
berbunyi, “see how much i love you”.
10.
Heroin menyadari bahwa
sikap dinginnya di masalalu karena sakit hati
Bersamaan
dengan poin 8 dimana Merry mengungkapkan perasaan maka saat itu juga dia
meminta maaf atas kucuekannya selama ini yang disebabkan karena
ketidakinginannya menyakiti teman dekatnya (Irene). Poin ini juga mengalami
sedikit penyimpangan dimana kedinginan seorang heroin bukan disebabkan
karena sakit hati seorang Merry
melainkan sakit hati Irene.
11.
Heroin harus belajar
mempercayai hero dan menguatkan hero
Poin
ini ditemukan pada adegan setelah Merry dan Alva turun dari Singapore Flyer dan
mereka berdua bertemu, saat itu Merry mengatakan bahwa dirinya hanya peduli
kepada Alva. Hal tersebut membuktikan bahwa Merry mulai mempercayai dan
menguatkan Alva.
“Aku
ga peduli cicin ini punya siapa dan untuk siapa, aku cuman peduli sama kamu.”
12.
Hero merespon secara
seksual dan emosional pada heroin
Setelah
mereka berdua bertemu Alva menanyakan tentang Merry yang tiba-tiba menyadari
kesalahan. Merry hanya menunjukkan cincin pemberian Alva dan Alva pun
meresponnya dengan bahagia. Keduanya mengekspresikan dengan pelukan.
13.
Heroin sadar perlindungan
seorang ayah, kasih sayang ibu, dan cinta lawan jenis akan diperoleh dari hero
Poin
terakhir ini juga erat kaitannya dengan poin 8, dimana Merry mengungkapkan
perasaan kepada Alva. Di awal telponnya Merry mengungkapkan bahwa dia butuh
Alva untuk menjadi bagian hidupnya yang dapat dilihat pada adegan berikut.
“va, aku butuh
kamu va. Hitungan aku gak pernah pas kalau ga ada kamu. Aku sekarang ngerti
ucapan kamu. Uang memang penting, sangat penting, tapi uang bukan segalanya.
Aku bisa menjadi orang paling kaya di dunia ini tapi tetap ga ada artinya kalau
ga ada orang yang selalu menyayangi aku, dan orang itu adalah kamu va.”



















